Translate

Sabtu, 12 Januari 2013

puisi ini untuk ibu





Air yang kuharapkan
Remahan sisa-sisa kemarin masih manis
Cairan coklat pekat membasahi seluk-beluk rongga ini
Hangat, dan aku masih menanti
Relungan tangan yang lama dekap jasad ini
Lagumu mengalun bagai air
Lembut melemas dalam lidahku
Mematikan hidupku dalam sejenak
Dan, aku
Bisakah tangan ini kembali meraihmu?
Menyusutkan diri agar tetap bersamamu?
Menarikan gerakan lihai bahasa cintamu?
Mengartikan rasa resah dalam tidurmu?
Dan, aku
Menantimu malaikatku
Melemas ketika hembusanmu menipis
Kerinduanku hanya denganmu, ibu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar