Air yang kuharapkan
Remahan sisa-sisa
kemarin masih manis
Cairan coklat pekat
membasahi seluk-beluk rongga ini
Hangat, dan aku masih
menanti
Relungan tangan yang lama
dekap jasad ini
Lagumu mengalun bagai
air
Lembut melemas dalam
lidahku
Mematikan hidupku dalam
sejenak
Dan, aku
Bisakah tangan ini
kembali meraihmu?
Menyusutkan diri agar
tetap bersamamu?
Menarikan gerakan lihai
bahasa cintamu?
Mengartikan rasa resah
dalam tidurmu?
Dan, aku
Menantimu malaikatku
Melemas ketika
hembusanmu menipis
Kerinduanku hanya
denganmu, ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar